Wednesday, 27 August 2014

Urusan Belatung Dalam Proses Pengomposan Takakura

Saya pernah tidak sengaja memasukkan 1 ekor lalat ke dalam takakura. Atau beberapa lalat mungkin ya? lupa juga sih... Dan efeknya lumayan fatal. 2 hari setelahnya mulai ada mahluk putih kecil lucu yang bergerak-gerak. Tapi saya abaikan saja. Keesokan harinya si mahluk itu mulai membesar, dan gerakannya makin jelas. Anehnya isi takakura semakin lembab, dan berat kalau diaduk. Keesokan harinya makin jelas kalau itu adalah belatung, cukup banyak juga, dan sampah mulai berbau busuk dan semakin basah. Waaah...cukup merepotkan.

Untungnya saya tanya kepada yang menjual keranjang takakura, dan diberi tips untuk mengatasinya. Setelah pontang panting cari 'obatnya', akhirnya keranjang takakura kembali sehat.

Kalau di dalam keranjang takakura anda ada belatung, tidak perlu panik. Mungkin itu karena sampah organik kita tercemar protein. Misalnya sampah sayur kita bersentuhan dengan kulit ayam atau udang dlsb. Atau sampah organik kita dihinggapi lalat sebelum dimasukkan ke dalam keranjang? atau ada lalat yang mampir ke dalam keranjang kita? Wajar kalau ada 2 atau 3 ekor belatung. Nanti mati sendiri kok.

Untuk menghindarinya, usahakan sampah organik yang akan dimasukkan ke dalam keranjang tetap 'dijaga kebersihannya'. Jangan sampai dikerubungi lalat. Jangan dicampur dengan sampah protein tinggi.

Sejak di dapur, sampah mulai dipisahkan.
Saya pakai pot plastik yang tidak terpakai.


Mengatasi belatung bila terlanjur ada di dalam keranjang takakura:
1. Kalau kondisinya belum terlalu parah maka cara mengatasinya adalah:
a. Menambahkan 'pengering'ke dalam keranjang takakura.
Adanya belatung pelan-pelan akan membuat isi takakura jadi lembab dan agak basah. Tambahkan sesuatu yang bisa mengeringkan isi keranjang. Misalnya: serbuk gergaji, sekam bakar atau kompos yang kering. Suasana yang kering secara perlahan tapi pasti akan mematikan si belatung. Serbuk gergaji bisa dicari di tukang kayu, atau dibeli di kios makanan hewan. Mudah dicari dan murah. Sekam bakar biasa dijual di tukang taman, juga sangat murah. Tambahkan beberapa genggam saja, lalu diaduk rata.

serbuk gergaji, kompos kering dan sekam bakar 

b. Menghangatkan kembali isi keranjang takakura yang suhunya mendingin karena belatung. Beberapa hal yang bisa menghangatkan takakura, yaitu: oncom, ragi yang bentuknya mirip brem, atau cairan MOL (mikroorganisme lokal) seperti EM4 yang banyak di toko tanaman. Untuk 1 keranjang takakura, cukup 1/2 keping ragi atau oncom sekotak atau 1 SDM EM4 kita campurkan ke dalam keranjang. Kalau terlalu banyak, nanti jadi terlalu panas dan isi keranjang malah 'berkeringat' akhirnya malah lembab. hehe... Tambahkan seperlunya saja. Suhu yang panas akan mematikan belatung.

Cairan MOL, oncom dan ragi tape


2. Kalau kondisi keranjang takakura anda sudah betul-betul basah, berat kalau diaduk dan mulai berbau busuk...maka ada 1 solusi yang insya Allah berhasil. Yaitu mengeluarkan semua isinya dan menjemurnya di terik matahari. Sesekali diaduk dan diratakan supaya gembur kembali. Setelah dijemur, maka otomatis isi keranjang akan hangat, kering dan ringan kembali. Semua bau tidak enaknya hilang seketika. Masukkan kembali kompos ke dalam keranjang, dan semua kembali normal. Anda bisa mulai memasukkan sampah organik lagi.


kompos dijemur


Oya dari semua solusi di atas, jangan berharap belatung langsung mati dalam 1-2 hari. Belatung yg awalnya terlihat lunak putih, pelan-pelan akan mengeras cangkangnya dan berubah warna jadi kehitaman, kemudian mati. Ya mungkin 1 minggulah prosesnya. Jangan terlalu jijik...okay? :D

Tuesday, 26 August 2014

Sampah Organik Yang Perlu Dihindari

Anggaplah seperti binatang peliharaan, maka keranjang takakura juga bisa sakit...hmm... Kerja mikrobanya tidak optimal. Bisa terlalu kering, atau terlalu basah. Padahal yang kita harapkan adalah isi takakura selalu hangat dan lembab yaitu tidak kering ataupun basah. Itu yang perlu dijaga.

Untuk mempertahankan suasana ini, ada beberapa sampah yang menurut pengalaman saya, lebih baik jangan dimasukkan:
1. Nasi dalam jumlah banyak. Karena akan 'melengketkan' seisi takakura. Kalo sudah lengket kita jadi susah ngaduknya. Kalau di rumah sering ada nasi sisa, mendingan dijemur dulu sampai betul-betul kering, baru dimasukin. Aman insya Allah :D Lebih baik lagi, jangan ada nasi terbuang....hehe. Kalau nasinya 2-3 SDM tentu tidak ada masalah bila dimasukkan tanpa dijemur dulu.

2. Sampah yang sangat bergetah, seperti nangka. Efeknya juga bikin lengket. Kurang baik. Sekali lagi kalau jumlahnya sedikit, tentu tidak ada masalah bila dimasukkan.

3. Sampah yang sudah busuk apalagi sampai mulai ada belatungnya. Ini seperti memasukkan bibit belatung ke dalam keranjang takakura. Jangan. Kalau ada buah yang terlalu matang dan akan dibuang, sebaiknya sisihkan dulu bagian yang sudah ada cikal bakal belatungnya. Sisanya boleh dicacah dan dimasukkan ke dalam keranjang takakura.

4. Sampah sayuran yang bercampur protein tinggi, seperti wortel di dalam kuah sop, atau sayuran bersantan seperti lodeh. Sampah sayur seperti ini boleh dimasukkan ke dalam keranjang, tapi bilas dulu dengan air bersih. Kemudian dicacah dan barulah aman untuk dikomposkan.

Semoga Bermanfaat :)


Monday, 25 August 2014

Pengalamanku menggunakan keranjang takakura


Keranjang takakura adalah wadah berisi tanah aktivator yang fungsinya untuk mengubah sampah organik menjadi kompos. Umumnya keranjang terbuat dari plastik. Keranjang harus kuat dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Bila proses pengomposan berjalan baik, maka keranjang takakura akan tetap bersih dan tidak bau.

Tanah aktivator adalah tanah yang mengandung mikroba aktif. Mikroba ini yang akan 'mengunyah' sampah organik menjadi kompos bernutrisi tinggi.
Bagaimana membuat tanah aktivator yang kaya mikroba? bisa dicek di sini.

Cara mengetahui efektif tidaknya proses pengomposan di dalam keranjang adalah dengan merasakah suhu di dalamnya. Keranjang takakura yang efektif memiliki suhu yang hangat. Di pagi hari suhunya cukup panas sehingga sampai bisa berasap lho.

Bila ingin sukses menggunakan keranjang takakura, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah...
1. Sirkukasi udara di dalam keranjang.Pastikan sebagian atau seluruh permukaan keranjang berlubang-lubang. Baik di dinding, dasar/alas maupun tutup.



Meletakkan keranjang di atas susunan batu bata dan mengaduknya sesekali meningkatkan sirkulasi di bagian alas keranjang.

2. Kardus. Bila keranjangnya berlubang-lubang, otomatis komposnya bisa tumpah ke luar dan membuat sekelilingnya serba kotor kan? Nah karena itu di bagian dalam keranjang kita letakkan kardus. Kardus inilah yang akan menahan kompos supaya tidak tumpah ke luar melalui lubang keranjang. Kenapa harus kardus? Karena kardus bisa menyerap kelembaban dengan baik. Kekurangan kardus adalah sifatnya yang akan berlubang bila basah. Bila menggunakan kardus, maka 3-4 bulan sekali kita harus ganti kardus di dalam keranjang takakura kita.

Kardus di dalam keranjang takakura. 

Bila sudah sobek, maka kita harus keluarkan kompos di dalamnya dan memasang kardus baru. Setelah itu mulai dari awal lagi.

Bagaimana cara yang lebih praktis, supaya keranjang gak perlu ganti-ganti kardus? cek di sini :D

3. Usahakan mencacah sampah organik sebelum dimasukkan ke dalam keranjang. Lebih kecil lebih baik. Mikroba kan mulutnya mungil, maka kita bantu cacah supaya mereka lebih cepet ngunyah sampah menjadi kompos..hehe.

Sampah apa saja yang bisa dimasukkan ke dalam takakura?
Intinya adalah bahwa keranjang ini VEGETARIAN. Jadi semua sampah dapur bisa dimasukkan ke dalamnya, kecuali yg hewani seperi tulang ikan, kulit udang, ayam dll. Selain itu kita juga menghindari sampah cair dan sampah yang mengandung lemak/minyak. Semua sisa sayuran dan kulit buah bisa dimasukkan. Biji buah pun bisa. Untuk biji buah yang besar atau keras seperti mangga atau kelengkeng, ya bisa juga dimasukkan. Tapi mungkin butuh waktu yang lama sampai berubah jadi kompos.

Semua kulit buah, batang kangkung dll, kulit telur, roti tawar sisa dll



Kulit pepaya, jeruk dan melon. Seger wangiii....


4. Bantal Sekam. Bantal sekam adalah bantalan dari kain atau jaring plastik yang diisi sekam. Supaya keranjang tetap hangat, kita menutup bagian atas kompos dengan bantal sekam. Selain untuk menjaga kehangatan,fungsi bantal sekam juga untuk mencegah serangga seperti lalat masuk dan hinggap di kompos. Jangan lupa, lalat kalau bertelur akan jadi belatung. Kita tidak ingin ada belatung ikut-ikutan masuk dan mengganggu proses pengomposan. Belatung bikin sampah jadi basah dan bau. Baca solusi khusus urusan belatung di sini.

Di bagian alas keranjang juga kita letakkan bantal sekam. Gunanya untuk menyerap kelebihan cairan yang mungkin dihasilkan dalam proses pengomposan. Karena itu keranjang takakura selalu kering dan bersih. Bisa disimpan di mana saja....tidak ada becek, tidak ada bau ataupun lalat/serangga lain.

Ini paket takakura siap pakai yang bisa dibeli di Kebun Karinda,
 Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Ukurang Keranjang P x L x T = 48 cm x 35 cm x 49 cm.

Kalau kita beli paket seperti ini, maka pertama-tama kita tinggal pasang kardusnya. Lalu letakkan 1 bantal sekam di bagian dasar keranjang. Masukkan semua tanah aktivator ke atas bantal sekam tadi. Lalu tutup dengan bantal sekam yang satunya lagi. Nah...setelah itu, keranjang siap dipakai untuk pengomposan. Simpel kan? harga paket seperti ini 105 ribu(Agustus 2014) dan sudah dapat tongkat pengaduknya juga. Paket seperti ini juga ada di carrfour lebak bulus seharga 115 ribu.

Kebun Karinda
Perumahan Karang Indah blok C2/28.
Karang Tengah, Lebak bulus
Jakarta Selatan
telp: 021-75909169


5. Penempatan keranjang takakura. Letakkan keranjang takakura di tempat yang terang namun adem, jangan yang terik matahari langsung alias dijemur. Dan jangan sampai kehujanan ya.


gak kalah keren sama kuping gajahnya kan? hihi...

Meskipun kita masukkan sampah organik setiap hari, katakan 2 mangkok perhari, tapi proses pengomposan membuat keranjang ini tidak cepat penuh. Di rumah saya yang anggotanya 5 orang dan rajin masak :P...ternyata 4 bulan baru mulai penuh dan bisa dipanen. Hasilnya benar-benar kompos yang kualitasnya jauh lebih baik dibanding kompos yang kita beli di tukang taman.
Kompos takakura ini bisa ditaburkan sedikit di pot-pot tananaman hias anda. Atau ditaburkan ke halaman anda. Kompos yang kaya gizi ini pasti membuat tanaman makin subur dan alami ;)

kompos

Tanaman yang diberi kompos takakura akan jauh lebih subur. Seperti gambar di bawah ini...

Asik kaan? Suburnya alami. Beda dengan kalau kita beri pupuk kimia


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...